Memilih Bahan Bakar Sesuai Rasio Kompresi Motor

August 28, 2013  |   Tips   |   20,790 views  |   5 Comments

Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.

Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga. Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin mobil Timor DOHC S515i adalah 9.3 : 1

image006xx9

Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu bensin Pertamax.

Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?

Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah “Ngelitik” (pinging/knocking) . Bagaimana menggambarkan ‘kejam’nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk-tusuk dengan paku, kira-kira begitu. Perlahan namun pasti membuat piston seperti permukaan bulan dan bahkan bisa bolong.

image007nk6

Saat terjadi ‘ngelitik’, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi). Jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.

Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?

Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih bertenaga. Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.

 

Kesimpulan:

  • Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).
  • Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).
  • Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)
  • Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Solusi Alternatif :
Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami ‘ngelitik’, antara lain:

  • Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)
  • Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).
  • Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).
  • Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya) .

Banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.

bensin

Tabel Bahan Bakar Sepeda Motor Yamaha Sesuai Rasio Kompresi

tabel-rasio-motor

Salam semakin di depan…

Info@yamaha-kaltim.co.id

640true
dots
under
74true
false
800none
  • 5000
    fade
    false
    60
    bottom
    30

    MIO J

  • 5000
    fade
    false
    60
    bottom
    30

  • 5000
    random
    false
    60
    bottom
    30

    Slide8

 


4 komentar keren

  • romi

    October 20th, 2013 on 9:25 pm

    jd utk mesin berkompresi 9:1 lebih tepatnya pakai premium apa pertamax gan?

  • azhar

    November 8th, 2014 on 11:43 am

    gan ane baru beli xeon gt 125 eagle eye awal baru keluar dari dieler saya isi premium setelah itu isi pertamax terus sampai sekarang.jika saya pakai pertamax apakah akan berdampak pada mesin motor saya atau bagaimana karena kalau pertamax plus didaerah saya agak susah carinya gan adanya pertamax kalau ada pertamax plus juga saya akan isi gan

  • Adrian YP

    October 2nd, 2015 on 7:06 am

    Mesin kompresi 9:1 – 10:1 masih cukup pakai bensin Premiun RON 88 saja sebelum ada bensin RON 90. Kalau kendaraan anda rasio kompresinya 10:1 – 11:1 baru pakai bensin RON 92. Sekarang ada bensin baru dari PT Pertamina yaitu bensin Pertalite RON 90 jadi lebih bagus pakai Pertalite RON 90 untuk mesin anda dengan rasio kompresi 9:1 – 10:1. Saya hanya menggunakan istilah bensin saja karena yang menjual bensin di Indonesia bukan hanya PT Pertamina saja, ada produk asing dan swasta seperti Shell, Total dan Petronas.

  • restu

    January 3rd, 2016 on 1:42 pm

    Kalau R15 ane pakein pertamax cocok ngga’ gan,,,!??? Soalnya udahh lama ane pake pertamax gan…!!!









Related Posts

312true dots bottomright 233true true 800none
  • 4000 fade false 60 bottom 30
    MIO J
  • 4000 fade false 60 bottom 30
    MIO 10 TAHUN
  • 4000 fade false 60 bottom 30
    MOTOR INJEKSI = YAMAHA
  • 4000 fade false 60 bottom 30
    JUPITER Z1
Lihat Postingan Lainclose